Hari Ini, Aku kangen Bu...
Ibu, hari ini entah kenapa aku tiba-tiba saja rindu padamu…kangen aku pingin pulang bersimpuh menangis di kakimu…
Entah karena aku merasa banyak salah hingga aku perlu minta maaf lagi padamu seperti waktu itu waktu yang sudah setidaknya membuatku limbung…waktu itu aku kehilangan begitu banyak barang dan orang yang aku sayangi…hingga aku tak tau lagi harus seperti apa selain memohon ampunanmu..
Namun kali ini aku ingin sekali memelukmu ibu…aku ingin sekali merasakan hangat kasih sayang tulusmu yang tidak tergantikan…
Dan itu semua untuk menguatkan aku dan memastikan aku bahwa semua masih baik-baik saja..
Karena saat ini aku mulai limbung lagi…mungkin ini bisa menjadikan aku terjebak pada episode kalut lagi bu..
Bagaimana tidak, sekarang aku sudah benar-benar tidak bisa melihat lagi ada kasihsayang…selain keluarga kecil kita dirumah yang juga miskin kasih sayang namun tidak pernah meninggalkan aku bagaimanapun keadannya..
Meski kita jarang berbicara di jauh dari harmoni…namun di sana aku temukan semangat..semangat yang membuatku bisa tetap bertahan dan berdiri sampai sekarang….
Taukan ibu kenapa aku limbung lagi..?
karena kini aku jadi lebih tau siapa orang yang sayang paku aku…jawabnya TIDAK ADA…
Bagaimana tidak jika teman-teman yang aku sayangi memperlakukan aku seperti musuh mereka yang selalu diwaspadai selalu di takuti..bahkan mereka sudah tidak nyaman lagi dengan hadirku..
Padahal ibu selalu tau kan apa yang aku lakukan…tanpa banyak kata tapi aku slalu mewujudkannya dalam bukti dan tindakan nyata dan aku selalu melakukannya dengan cara terbaik…hanya untuk menunjukkan aku Sayang mereka…
Seperti yang selama ini sudah aku lakukan sebagai anak, cucu, adik, kakak,teman dan sahabat…aku hanya ingin memberi dan memberikan yang terbaik..
Namun sayang bu, semua itu sia-sia…semua hanya berbalas kebohongan-kebohongan dan pikiran yang baruk tentang aku yang membuat aku sungguh terluka..dan sangat terluka…
Aku syok…tak percaya akan apa yang terjadi..namun inilah nyatanya…inilah faktanya…ini bukan hanya manjadi bisikan pada hatiku tapi ini nyata bu…dan kenyataan selalu lebih sakit dari apa yang ada di otaknya yang membisikiku tiap saat…
Bukannya aku egois dan tidak rela melihat mereka bahagia..bukan..Namun aku heran dan tak bisa otakku mencerna setelah dengan sangat extrime dia merampas satu-satunya mainan penghiburku…dia yang membuat aku sanggup membuang jauh orang yang aku sayangi..dia yang menjebak aku dalam sepi yang bertopeng manis karena kehadiran dia…
Tapi taukah ibu sekarang, setelah dia membuatku begitu limbung ia kini memberiku surpris…bukan hanya membuatku limbung kali ini bu..dia mungkin sudah membunuhku dengan keegoisannya…dia malah membumbuinya dengan kebohongan yang sangat rapi yang memutar balikkan fakta…
Ya, sangat rapi sekali sampai aku tak bisa membedakan lagi mana benar mana bukan..mereka berkomplot..mencoba menusukku dari belakang..seperti apa yang sahabatku dulu pernah lakukan..
Maka ibu, hari ini kaku sangat sedih ingin aku bersimpuh memohon ampunanmu…memelukmu..merasakan hangat kasihmu yang senantiasa menguatkan aku…membakar spiritku untuk terus jadi orang yang bisa diandalkan setidaknya untuk diriku sendiri..
Kini ibu siapa lagi yang bisa aku percaya?..
Kini juga siapa lawan siapa teman?
Aku taklagi bisa membedakannya…aku semakin tak percaya pada semua orang yang lalu lalang dalam hidup ku..aku tak percaya lagi pada sebuah hubungan…apapun dalihnya..teman, sahabat dan pacar sekalipun…semua hanya menyakiti dan ampun…membuatku lemah…sakit dan terluka…mungkin pada 1 konstitusi yang masih bisa aku percaya bahwa aku adalah anakmu..pada keluarga kecil kitalah aku masih menyimpan percaya itu…

di dadaku…mungkin memang tak apada pilihan lain selain "berharap atau melupakan"…
(ya ampun gatot deh,red)
, aku adalah sesuatu yang "REAL" ada disini makan akupun ingin dianggap ada dan setiap keberadaanku membawa kabahagiaan untuk sekitarku…
untuk melakukan yang terbaik dan mebuat semua orang terkesan dengan kehadirankan…sejauh ini sepertinya aku memang berhasil…(itu hanya perkiraanku, tapi aku belum puas…). tak heran jika aku hampir tidak bisa berkata "TIDAK" jika ada yang meminta bantuanku…meskipun sebenarnya aku tidak bisa banyak membantu… Lama-lama aku jadi terbiasa dengan hidup seperti ini….semakin lama aku terperosok dan terjebak dengan image yang aku ciptakan aku seolah menukar kebahagiaanku dengan kebahagiaan orang lain…karena ku merasa bahagia ketika melihat orang bahagaia. terlebih saat aku yang bisa membuat mereka bahagia….
, amarah mereka menyalak
