Goin Crazy: Later...(Part II)
Berat sangat berat rasannya jika harus melepasnya….meskipun dia sudah melukai aku aku tetap saja masih tak bisa merelakan dia pergi….
Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan…padahla menurut beberapa temenku yang berusaha menghiburku "mungkin ini yang terbaik untuk ku"…tapi sampai beberapa saat aku tetep saja berharap jika dia akan kembali padaku….
Beberapa bulan berselang…dia semkin jauh….dan berusaha menjauh….sementra aku semakin sakit tak kuasa memandangnya dari jauh….semuanya hancur….sampai suatu saat ketika aku dirundung musibah beruntun, ibuku berusaha untuk membuatku keluar dari masalah itu, keluar dari kegilaanku padanya….dengan bebrapa kalimat pedasnya seolah menampar aku untuk segara sadar bahwa dia sudah pergi dan tak mungkin lagi aku miliki…seketika itu pula mematik kobar api kebencian
di dadaku…mungkin memang tak apada pilihan lain selain "berharap atau melupakan"…
melihat realita yang ada tak mungkin aku terus berharap akan datang keajaiban hingga akirnya dia mau kembali (aduh seperti lagunya dewa yang bertepuk sebalah tangan ja, red). akirnya aku beranikan dia untuk melupakanya…bukan suatu keputusan yang mudah bagiku….ternyata melupakan seseorang yang kita sayangi tak semudah mendaki gunung welirang (eh itu kan si selatan rumahku, red) butuh begitu banyak hal yang harus dikorbankan bahkan jurus pamungkas terakhir pun harus dilancarkan…yu apalagi jika bukan "membencinya"..dengan membenci dia dan menghapus dia dari kehidupanku aku berharap aku bisa melupakannya dan merelakan kepergiaanya…
Kebencian ini membabi buta, seolah aku tak pernah rela melihat dia bahagia…maka tak pelak pandangan sinis dan mungkin kata-kata yang tak enak didengar harus terucap hanya karena keangkuhanku untuk bisa melupakannya….
Ternyata dengan begitu aku salah besar…sebab sudah sekian lama pun aku ternyata tak kunjung juga bisa melupakannnya dengan kebencianku padanya namun semakin menarikku untuk menjadi terobsesi padanya…..
(ya ampun gatot deh,red)
Lantas beberapa orang datang mencoba mengisi hati ini…sebanyak mereka datang sebanyak itu pula aku harus berupaya menghindar atau ada beberapa yang kesannya aku gantung (mati la’an,red)
karena ternyata dalam hatiku dia masih ada…dia masih hidup…jauh dilubuk hatiku, kau masih kekasihku (aduh naff banget,red)
Hmmm… lantas apa yang bisa aku lakukan ya jika sudah seperti ini….karena aku pikir aku yang sudah agak waras ternyata salah…sebab kudapati diriku yang semakin menggilainya….(hih….extremm bo..bisa-bisa masuk menur,red).
Sampai hari ini aku masih berharap jika dia akan kembali lagi padaku…dan aku berharap saat dia kembali syndrom ini tidak kumat lagi…(jadi kaya es batu,)….ups tuh kan aku masih berharap lagi…tapi bagaimana lagi….
Tuhan tunjukkan aku yang terbaik…
Aku dedikasikan cerita untuk seseorang yang merasa….bantu aku untuk melupakanmu jika memang tak ada jalan untuk kembali….(kasian banget ya,red)…..
Karena aku sudah seperti kisah dibeberapa sinetron remaja yang selalu melihat wajah seseorang itu adalah kamu…(apa aku masih normal ya?…,red) semua berbentuk kamu…dan kamu lagi….